Diarsipkan di bawah: dy's favourite food | Tag: Alok, favorit, makanan, mie, mie Alok, noodle
Bagi saya yang merupakan penggemar mie sekaligus makanan berkuah, mie alok merupakan makanan TER-favorit. Yang paling membuat spesial makanan ini adalah cita rasa ayamnya yang begitu dalam terasa dan meresap dalam kaldunya. Tidak hanya itu saja, irisan daging ayam yang dicampur di mie-nya begitu lembut dan gurih di lidah. Mak nyusss pisan…..Bener-bener terasa 100% ayam sejati! Sampai-sampai setiap kali saya makan, saya selalu minta 1 mangkok tambahan lagi untuk kuah kaldu ayamnya. Mie karet yang disajikan juga terasa pas bersanding dengan taburan ayamnya yang lembut. Biasanya makan 1 mangkok Mie Alok ini, perut sudah terasa kenyang sekali. Harganya terbilang sedikit di atas pasaran harga mie ayam pada umumnya; yaitu: Rp15rb. Akan tetapi, kepuasannya melebihi harga yang kita bayarkan^___^ Kadang kalau saya masih lapar mata, minuman es cendol yang dijual mas-mas gerobakan di pintu masuk Mie Alok ini juga nikmat banget. (sssttt…tapi ingat loh! Mie Alok ini setiap hari cuma bisa dinikmati sampai jam 3 siang aja.)
Buku ini merupakan buku TER-favorit saya karena memberikan saya inspirasi untuk menemukan pasangan hidup yang berasal dari Tuhan. Bukunya yang sangat tipis dan ceritanya yang sangat mengagumkan membuat saya hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam untuk menyelesaikannya. Tidak hanya itu saja, sampai saat ini saya sudah membaca buku ini berkali-kali, terutama ketika saya membutuhkan penguatan akan masa penantian penemuan pasangan hidup. Kesaksian hidupnya yang begitu menyentuh hati saya untuk lebih pasrah pada rencana indah Tuhan membuat saya selalu ingin meminjamkan buku tersebut ke banyak orang. Thank’s God…banyak sekali yang tersentuh hatinya setelah membaca buku ini.
Buku ini mengisahkan perjalanan iman seorang wanita Jepang dalam mencari pasangan hidup yang berasal dari Tuhan. Tidak hanya itu saja, buku ini juga mengisahkan bagaimana awal pertemuan dia dengan Tuhan Yesus melalui hatinya ketika ia masih kecil. Komunikasinya dengan Tuhan sedari kecil begitu intens. Melalui tulisannya, kita bisa merasakan betapa dia begitu dekat dengan Tuhan dan selalu berusaha untuk setia kepada Tuhan; hingga dia rela untuk menjauhkan diri dari seorang pria atheis yang Tuhan kirimkan ke depan pintu rumahnya. Di hatinya dia selalu yakin dan berharap bahwa pasangan hidupnya haruslah anak Tuhan juga. Meski umurnya sudah kepala 3, dia tetap yakin Tuhan akan memberikan pasangan hidup yang memiliki iman yang sepadan dengannya. Kesetiaannya pada Tuhan membuahkan mukjijat terjadi dalam hidupnya; Tuhan memberikannya seorang pria yang persis sesuai dengan seluruh kriteria pasangan hidup yang dia inginkan. Melalui kisahnya, kita akan banyak belajar betapa luar biasanya apa yang Tuhan bisa lakukan untuk hidup kita, betapa indahnya rencana Tuhan untuk hidup kita, dan paling terutama betapa indahnya hidup kita jika kita selalu berjalan bersama-Nya.